
COMMENT THIS POST

ABOUT THIS POST
Peta tiga dimensi (3D) pada gambar tersebut merupakan hasil visualisasi dan hasil overlay dari dua citra satelit yaitu lembar 0153 dan 0154. Peta yang diedit ini meliputi wilayah permukiman hingga sebagian universitas. Awalnya peta ini hanya terlihat 2D saja, namun setelah dioverlay peta yang dihasilkan nampak seperti 3D. Tampilan 3D ini memiliki tekstur seperti naik turun serta perbedaan ketinggian.
Berdasarkan hasil interpretasi citra ini, terdapat macam variasi Objek. Mulai dari gedung pemerintahan, universitas, jaringan jalan, ruang terbuka hijau, permukiman, pasar, hingga lapangan. Gedung pemerintahan terlihat di sebelah kiri foto dengan bentuk yang simetris, lalu permukiman yang memiliki pola mengikuti jaringan jalan, kawasan universitas yang cukup luas, RTH yang mayoritas terletak di dalam universitas, lalu pasar terletak di sebelah utara dan tersebar memanjang di sepanjang jalan yang cukup besar.
Selain itu, tampilan hasil overlay 3D membuat peta ini nampak timbul-timbul. Pembaca yang melihat peta tersebut melihat tampilannya seperti bergelombang mengikuti kira-kira ketinggian tempat tersebut. Dengan ini penggunaan stereoskop mampu membuat pembaca peta yang awalnya terlihat 2D menjadi 3D.
MORE STEREOSCOPY POSTS



